Sensasi Berkendara Si Mungil Bertenaga Suzuki Ignis

Dikutip https://betwin188.online/ Sensasi berkendara Suzuki Ignis, Si Mungil yang Elegant dan bertenaga yang bikin betah.

  • Posisi berkendara. Ketika duduk di kursi driver, pandangan ke depan terlihat sangat leluasa. Posisi duduk pun tinggi, seperti halnya menaiki mobil-mobil suv atau mpv. Entah apakah kursi diposisikan paling tinggi atau enggak, gak gue perhatikan. Pokoknya feelnya beda aja dengan menaiki city car pada umumnya yang cukup rendah.
  • Bagi gue shock nya itu luar biasa empuk, beda sama Avanza, dan mobil mobil suv lainnya, pkeseimbangannya oke banget, waktu melewati jalan yang berlubang dan sedikit hancur aja ga terllau berasa bantingannya, pokoknya joss banget deh.
  • Setir mobil ringan banget layaknya mobil-mobil jaman sekarang yang dilengkapi Electronic Power Steering (EPS). Mudah banget ditekuk-tekuk. Apalagi dibandingin mobil gue, Getz, yang power steeringnya berat karena belum EPS, masih hidrolik. Bagi gue yang terbiasa dengan setir agak berat macam Getz, setir yang terlalu ringan justru bikin kurang pede. Tapi gue belom coba kinerjanya di kecepatan tinggi karena jalanan sedang padat.
  • Performa mesin. Dengan peak power 83 HP/6.000 rpm dan torsi 113 nm /4.200 rpm, gue berasumsi tenaganya gak akan jauh beda bandingkan dengan Getz yang powernya cuma sedikit lebih tinggi. Tapi saat mencoba mengetes di jalanan, gue ngerasa keluaran tenaganya ada perbedaan cukup signifikan dibanding Getz. Tapi yang jadi catatan, itu di rpm yang relatif rendah. Karena padatnya jalan saat itu, gue belum bisa merasakan sensasi tenaga putaran atasnya.
  • Sensasi matik AGS/AMT. Suzuki membenamkan teknologi AGS (Auto Gear Shift) atau disebut juga AMT (Automated Manual Transmission).. Sejatinya, mobil ini merupakan mobil manual, tapi dengan modul khusus, diubahnya sistem tersebut menjadi matik. Sensasinya gimana dibandingkan dengan CVT atau Step AT (Konvensional)??? Beda!! Di CVT, perpindahan giginya halus banget, hampir gak berasa ada perpindahan gigi. Di Step AT (contohnya di Getz), perpindahan dari 1 gigi ke gigi berikutnya berasa ada hentakan, tapi masih tergolong halus. Nah, sedangkan di AGS/AMT ini sebenernya mirip-mirip Step AT, dengan kata lain ada hentakan. Tapi hentakannya berasa banget! Apalagi di gigi-gigi rendah, semacam ada sensasi ngerem dulu baru gigi berpindah. Dari segi kenyamanan, tentu AGS ini paling gak nyaman dibanding jenis matik lainnya. Ya memang gak bisa berharap banyak sih karena sejatinya ini tetaplah mobil manual yang diotomatiskan. Lalu di AGS ini kita juga pake mode manual tanpa perlu nginjak kopling. Persis sama kaya motor bebek komuter macam Supra Fit, Vega, dll. Cukup naik turunin gigi, dan di speedometer terdapat informasi posisi gigi.
  • Yang menurut gue agak disayangkan adalah sekotor pengereman. Entah karena settingannya atau emang bawaannya, butuh injakan yang lumayan dalam agar sistem pengereman mobil ini berfungsi dengan maksimal.
  • Suspensinya cukup keras, ini wajar karena Ignis bukanlah city car murni, melainkan mini crossover, atau mini SUV, atau Suzuki menyebutnya Urban SUV. Dengan ground clearance yang tingi yakni 180mm, mobil-mobil genre SUV atau semacamnya memiliki kemampuan bagus dalam melahap medan jelek seperti jalan berlubang. Tapi konsekuensinya, suspensi yang ditanamkan haruslah lebih keras dari mobil-mobil katakanlah sedan atau mpv. Ini untuk menghindari gejala limbung saat dibawa bermanuver.
  • Kekedapan kabin. Kabinnya menurut gue kedap banget. Suara di luar hampir gak kedengeran.
  • Gue jatuh cinta dengan style interiornya dashboard yang elegant sehingga menciptakan model dan kekinian, ga nora.